UJI KADAR NITRIT PADA DAGING BURGER DI KOTA BANDAR LAMPUNG MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

Laila Susanti, Merinda Setyowati, Subur Widodo, Anita Setiawati

Abstract


Daging merupakan salah satu sumber makanan yang berasal dari hewani dan memiliki cita rasa yang khas serta kandungan gizi yang tinggi. Dari berbagai cara pengolahan daging, daging burger merupakan salah satu produk olahan yang banyak dikonsumsi masyarakat. Sebagai bahan pengawet pada daging burger digunakan nitrit, untuk memperpanjang waktu simpan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar nitrit pada daging burger dengan menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis. Sebagai pelarut digunakan asam sulfanilat bereaksi dengan asam nitrit membentuk garam diazonium kemudian ditambah pelarut naftilamin membentuk senyawa azo yang berwarna ungu, lalu diukur absorbansinya pada panjang gelombang 531 nm. Hasil penelitian menunjukan kadar rata-rata nitrit pada masing- masing sampel A ,B, C, D, E, F secara berurutan adalah 123,95 mg/kg, 30,14 mg/kg, 195,25 mg/kg, 105,74 mg/kg, 20,85 mg/kg dan 16,14 mg/kg. Dari ke enam sampel, ada 4 sampel yang memiliki kandungan nitrit melebihi ambang batas maksimum penggunaan bahan pengawet pada makanan menurut Peraturan Kepala BPOM RI Nomor 36 Tahun 2013 yaitu sebesar 30 mg/kg untuk produk daging olahan. Hanya sampel C yang memiliki kadar nitrit melebihi batas maksimum persyaratan berdasarkan Permenkes Nomor
1168/Menkes/Per/X/1999, yaitu 125 mg/kg.

Kata Kunci : Daging burger, Nitrit, Spektrofotometri UV-Vis

Full Text:

27-32

References


Soeparno. 2005. Ilmu Dan Teknologi Daging. cetakan kedua. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Cahyadi W. 2008. Analisis Dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan. Jakarta: Bumi Aksara.

Hasnah hayati nur, Diah suryani. 2011. Analisis kandungan nitrit dalam sosis pada distributor sosis di kota Yogyakarta. Jurnal KESMAS UAD. 6(1): 1-74.

Muchtadi, TR S. 1992. Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan. Bogor: Departemen Pendidikan dan kebudayaan. Direktorat Jendral Pusat antar Universitas Pangan dan Gizi. Institut Pertanian Bogor.

Gandjar, Ibnu Golib dan Rohman Abdul. 2007. Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Hlm 298-322.

Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. 2013. No. 36 tahun 2013. Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pengawet. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan. Hlm22-23.

Association of Official Analytical Chemistry AOAC.2012. Determination of manual of methods of analisis food met and meat productions & Fish and fish products. Official method 973.31.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 1999. No1168/MenKes/Per/X/1999. Bahan Tambahan Pangan. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


free web stats View My Stats