Formulasi Krim Anti Acne Ekstrak Etanol Kulit Kentang (Solanum tuberosum L.) Dan Aktivitas Antibakteri Terhadap Staphylococcus epidermidis Dan Propionibacterium acnes

Anti Acne Cream Formulation Of Potato Ethanol Extracts (Solanum tuberosum L.) And Antibacterial Activities On Staphylococcus epidermidis And Propionibacterium acnes

Authors

  • Subur Widodo Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tulang Bawang, Lampung, Indonesia 35121
  • Laila Susanti Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tulang Bawang, Lampung, Indonesia 35121
  • Samsuar Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tulang Bawang, Lampung, Indonesia 35121
  • Adityo Hartono Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tulang Bawang, Lampung, Indonesia 35121
  • Andika Safitri Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tulang Bawang, Lampung, Indonesia 35121

DOI:

https://doi.org/10.37090/jfl.v13i1.1646

Abstract

Pengobatan jerawat di klinik kulit biasanya menggunakan antibiotik yang dapat menghambat inflamasi dan membunuh bakteri. Penggunaan antibiotik jangka panjang dapat menimbulkan resistensi antibiotik. Efek samping penggunaan antibiotik dapat dikurangi dengan mengganti bahan aktif obat yang diperoleh dari alam seperti kulit kentang yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa ekstrak kulit kentang dapat di formulasikan menjadi sediaan krim dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap S.epidermidis dan P.acnes. Ekstrak diformulasikan dalam sediaan krim dengan konsentrasi ekstrak berbeda yaitu F1 (15%), F2 (30%) dan F3 (45%) dengan menggunakan asam stearat, paraffin liquidum, adeps lanae sebagai fase minyak dan TEA, aquadest sebagai fase air, dan metil paraben sebagai pengawet. Kemudian diuji sifat fisik sediaan meliputi ,homogenitas, pemeriksaan organoleptis, pengukuran pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, uji stabilitas dan uji antibakteri. Hasil evaluasi sediaan memiliki nilai pH berkisar  antara 6,2 - 8,1, viskositas berkisar antara  3120  - 4920 cps, daya sebar antara 5,3 - 6,7 cm, dan daya lekat 4,2 - 5,3 detik. Setiap formula stabil dalam penyimpanan cycling test serta penyimpanan suhu 40ºC ± 2ºC, 28ºC ± 2ºC, 4ºC ± 2ºC dan ketiga formula memiliki sifat antibakteri terhadap S.epidermidis dan P.acnes. Luas zona hambat F1 (7,61 mm), F2 (8,47 mm) dan F3 (9,92 mm) terhadap S.epidermidis dan Luas zona hambat F1 (7,58 mm), F2 (7,86 mm) dan F3 (9,65 mm) terhadap P.acnes. Kesimpulan penelitian ini yaitu ekstrak kulit kentang dapat diformulasikan dalam sediaan krim dan memiliki zona hambat terhadap S.epidermidis dan P.acnes.

References

Kalangi SJR. 2013. Histofisiologi Kulit. J Biomedik.

Maharani A. 2015.Penyakit Kulit: perawatan, Pencegahan, Pengobatan. Yogyakarta: Pustaka Baru press;

Kunsah Baterun, Rahma Widyastuti, 2019. Uji Toksisitas Akut Kulit Kentang (Solanum tuberosum L.) Terhadap Larva Artemia salina Leach Dengan Metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). The Journal Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist. Vol. 2 No. 2 Mei 2019.

Dr. Retno Iswari Tranggono. 2013. Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama;

Departemen kesehatan RI. 2013. Pedoman Teknologi Sediaan Berbasis Ekstrak. Departemen kesehatan RI;

Badan standardisasi nasional. 1996. SNI 16-4399-1996. Jakarta: Badan standardisasi nasional;

DEPKES RI. 1993. Pedoman Pengujian dan Pengembangan Fitofarmaka, Penapisan Farmakologi, Pengujian Fitokimia dan Pengujian Klinik. Jakarta: Departemen kesehatan RI;

Voigt. 1995. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada;

Departemen kesehatan RI. 2013. Pedoman Teknologi Sediaan Berbasis Ekstrak. Departemen kesehatan RI;

Rachmanto A. 2011. Pemanfaatan minyak jarak pagar (jatropha corcus, linn) sebagai komponen sediaan dalam formulasi produk hand and body cream.

Greenwood D. (1995). Antibiotics

Susceptibility (Sensitivity) Test, Antimicrobial and Chemotheraphy. United State of America: Mc Graw Hill Company.

Downloads

Published

2024-07-04

How to Cite

Widodo, S., Susanti, L., Samsuar, Hartono, A., & Safitri, A. (2024). Formulasi Krim Anti Acne Ekstrak Etanol Kulit Kentang (Solanum tuberosum L.) Dan Aktivitas Antibakteri Terhadap Staphylococcus epidermidis Dan Propionibacterium acnes: Anti Acne Cream Formulation Of Potato Ethanol Extracts (Solanum tuberosum L.) And Antibacterial Activities On Staphylococcus epidermidis And Propionibacterium acnes. JFL : Jurnal Farmasi Lampung, 13(1). https://doi.org/10.37090/jfl.v13i1.1646

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.