Kisaran Service Per Conception (S/C) Sapi Peranakan Ongole (PO) di Desa Srimulyo Kecamatan Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah

Authors

  • Ferry Hernanto

DOI:

https://doi.org/10.37090/jwputb.v4i2.208

Abstract

The research of Service per Conception in Ongole Cross-breed cows in Srimulyo village, Kalirejo District, Central Lampung Regency was conducted in January 2019 until February 2019. The material submitted in the reseach are 200 Ongole Cross-breed cows. The variable research is Service per Conception (S/C). The method used in this research is to collect primary and secondary data. Analysis data used descriptive and quantitative analysis. The results can be seen that the Service per Conception (S/C) of Ongole Cross-breed cows in Srimulyo village ranged from 2.36-2.67. Keywords: Ongole Cross-breed Cows, Service per Conception, Srimulyo Village, Value

Downloads

Download data is not yet available.

References

Astuti, M. 2004. Potensi Keragaman Sumberdaya Genetik Sapi Peranakan Ongole (PO). Jurnal wartazoa 14(3) 96-106.

Badan Pusat Statustik Provinsi Lampung. Jumlah Ternak Sapi Di ProvinsiLampung.https://lampung.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/179. Diakses tanggal 1 Juli 2018.

Bearden, H. J. And J. W. Fuquay. 1997. Applied Animal Reproduction. 4th ed. Prentic-Hall Inc., Upper Sadle River, New Jersey.

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2017. Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan 2017. Kementrian Pertanian. Jakarta.

Direktorat Budidaya Ternak Ruminansia. 2009. Pedoman Umum Pengembangan Alat dan Mesin Inseminasi Buatan dan Unit Layanan Inseminasi Buatan. Direktorat Jenderal Peternakan.

Hardjopranjoto, S. 1995. Ilmu Kemajiran Pada Ternak. Airlangga University Press. Surabaya.

Hartono, M. 1999. Faktor-faktor dan Analisis Garis Edar Selang Beranak pada Sapi Perah di Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali. Tesis. Program Pasca Sarjana. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Hasnawati, M. 2008. Faktor-faktor yang Memperngaruhi Service per Conception pada Sapi Potong di Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Bandar Lampung.

Hatmono, Harjuli. 2010. Model Usaha Agribisnis Ternak Sapi Potong. PT. Duta Karya Swasta. Edisi Pertama. Jakarta.

Hunter, R. H. F. 1995. Fisiologi dan Teknologi Hewan Betina Domestik Terjemahan: DK. Harya Putra. Institut Teknologi Bandung. Bandung.

Ihsan, M.N. dan S. Wahjuningsih. 2011. Penampilan Reproduksi Sapi Potong di Kabupaten Bojonegoro. Jurnal Ternak Tropika Vol.12, No.2: 82-87.

Mariyono dan E. Romjali. 2007. Petunjuk Teknis Teknologi Inovasi Pakan murah untuk Usaha Pembibitan Sapi Potong Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Pasuruan.

Muladno. 2013. Sapi Indonesia Vs Australia. http://nasional.kompas.com/read/ 2013/07/27/2021358/Sapi.Indoesia.Vs.Australia. Diakses tanggal 8 Juni 2018.

Nata Atmaja D. M. dan J. Arifin. 2008. Karakteristik Ukuran Tubuh dan Reproduksi Pada Kelompok Populasi Domba di Kabupaten Pandeglang dan Garut. Animal Production. Vol 10 (1) hal 140 – 146.

Nawawi, H. dan Hadari, Martin M. 1995. Instrumen Penelitian Bidang Sosial. Gajah Mada Universitity Press. Yogyakarta.

Nur Ihsan, M. 1996. Manajemen Reproduksi. Fakultas Peternakan Brawijaya. Malang.

Nuryadi, Wahjuningsih S. 2011. Penampilan Reproduksi Sapi Peranakan Ongole dan Peranakan Limousine di Kabupaten Malang. Jurnal Ternak Tropika. 12(1): 76-81.

Partodihardjo, S. 1987. Ilmu Reproduksi Hewan. Cetakan ke-2. Mutiara Sumber Widya. Jakarta.

Pradhan, R. 2008. Reproductive Disorders in Cattle due to Nutritional Status. Journal of International Development and Cooperation. 14 (1): 45-66.

Santoso, Urip. 2011. Pentingnya Protein Hewani Asal Ternak Bagi Kesehatan. http://livestock-livestock.blogspot.com./2011/08/pentingnya-protein-hewani-asal-ternak.html?m=1. Diakses tanggal 18 Juni 2018.

Saragih, B. 2000. Agribisnis Berbasis Peternakan. Pustaka Wirausaha Muda. Bogor

Sudono, A., F. Rosdiana, dan B.S. Setiawan. 2003. Beternak Sapi Secara Intensif. Argomedia Pustaka. Jakarta.

Sugeng, Y. B. 1992. Sapi Potong. Cetakan Pertama. Penebar Swadaya. Jakarta.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabet.

Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 2841 Tahun 2012. Ciri-ciri Sapi Peranakan Ongole.

Susilawati, T dan Affandi, L, 2004. Tantangan dan Peluang Peningkatan Produktifitas Sapi Potong melalui Teknologi Reproduksi. Loka Penelitian Sapi Potong, Grati, Pasuruan. Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya, Malang.

Statistik Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2017. Direktorat Jenderal dan Kesehatan Hewan. Kementrian Pertanian, Jakarta.

Toelihere, M.R. 1981. Fisiologi Reproduksi Pada Ternak. Penerbit Angkasa: Bandung.

Toelihere, M.R. 1985. Inseminasi Buatan Pada Ternak. Penerbit Angkasa: Bandung.

Toelihere, M.R. 1993. Inseminasi Buatan Pada Ternak. Angkasa. Bandung.

Winugroho. 2002. Strategi Pemberian Pakan Tambahan Untuk Memperbaiki Efisiensi Reproduksi Induk Sapi. Jurnal Litbang Pertanian 21 (1): Bogor.

Downloads

Published

2020-09-25

How to Cite

Ferry Hernanto. “Kisaran Service Per Conception (S/C) Sapi Peranakan Ongole (PO) Di Desa Srimulyo Kecamatan Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah”. Wahana Peternakan, vol. 4, no. 2, Sept. 2020, doi:10.37090/jwputb.v4i2.208.