he judge's legall consideraltion of mitigalting alnd alggralvalting circumstalnces in criminall sentences
Pertimbalngaln hukum halkim kealdalaln meringalnkaln daln memberaltkaln dallalm penjaltuhaln pidalnal
DOI:
https://doi.org/10.37090/keadilan.v23i1.2118Abstract
Peraturan perundang-undangan di Indonesia belum cukup jelas mengatur perihal keadaan
memberatkan dan meringankan yang dapat dipertimbangkan dalam penjatuhan pidana. Literatur mengenai hal tersebut juga masih minim, padahal permasalahan tersebut sangat penting karena merupakan hal yang wajib dipertimbangkan dalam setiap putusan yang menjatuhkan pidana. Setelah pertimbangan pembuktian kesalahan terdakwa, pertimbangan untuk penjatuhan pidana merupakan hal terpenting lainnya dalam putusan. Penjatuhan pidana inilah yang disebut sebagai proses yang melibatkan pergulatan batin hakim yang memutus perkara. Pertimbangan keadaan memberatkan dan meringankan memiliki pengaruh terhadap: proporsionalitas penjatuhan pidana, penentuan penjatuhan pidana maksimum dan pidana minimum, dan juga sebagai dasar penjatuhan pidana di bawah batas minimum khusus yang telah ditentukan pembuat undang-undang. Penelitian ini juga merumuskan beberapa karakteristik dan batasan pertimbangan keadaan memberatkan dan meringankan yang harus dipenuhi dalam penjatuhan pidana.
Kata Kunci: : keadaan, memberatkan, meringankan, pemidanaan
Downloads
References
Buku
Garnner, Bryan A., Black’s Law Dictionary, Edisi Kedelapan, St. Paul, MN: West Publishing Co., 2004.
Harlalhalp, M. Yalhyal, Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHP, Pemeriksaan Sidang Pengadilan, Banding, Kasasi, dan Peninjauan Kembali, Jakarta: Sinlar Grafikal, 2005.
Hudal, Chairul, Dari Teori Pidana Tanpa Kesalahan Menuju Kepada Teori Pertanggungjawaban Pidana, Jakarta: Kencana/Prenadamedia Group, 2015.
Moeljanto, Alsa-alsas Hukum Pidana, Edisi Revisi, Jakarta: Rineka Cipta, 2009.
Morrison, Wayne, Jurisprudence, From Greeks to Post-modernism, London: Calvendish Publishing Limited, 2000.
Kalangan Ilmiah
Gorbunoval, Larissa V., et al., Aggravating Circumstances, Significance and Correlation with Qualifying Signs, dalam Mediterranean Journal of Social Science, Vol. 6, No. 3 & 7. Roma, Italia: MCSER Publishing, 2015.
Hessick, Carolissa Byrne, “Why Are Only Bad Acts Good Sentencing Factors?”, dalam Boston University Law Review, Vol. 88:1109, 2008.
Peonalsu, Cosmin, “Mitigating and Aggravating Circumstances. Their Impact on Judicial Individualization of Punishment” dalam Journal of Danubian Studies and Research, Vol. 5, No. 1/2015, 147-159, Romania: Faculty of Law, Danubius University, 2015.
Soekanto, Soerjono dan Sri Mamudji, Penelitian Hukum Normatif, Jakarta: Rajawali Pers, 2011.
Stetler, Russell, “The Mystery of Mitigation: What Jurors Need to Make a Reasoned Moral Response in Capital Sentencing” dalam Univ. of Pennsylvania Journal of Law and Social Change, Vol. 11, 2007-2008.
Peraturan Perundang-undangan
Republik Indonesia. Undang-Undang tentang Peraturan Hukum Pidana, No. 1 Tahun 1946, yang membentuk, mengubah, dan menetapkan ketentuan W.v.S. Ned. Ind. (Hukum Pidana 8 Maart 1942), yang kemudian diubah dan ditambah lagi berturut-turut dengan UU 1/1946, UU 20/1946, UU 8/1951, UU 8/Drt/1955, UU 73/1958, UU 1/1960, Perpu 16/1960, Perpu 18/1960, Penpres 1/1965, Penpres 7/1974, dan UU 27/1999, disebut dengan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).
Undang-Undang tentang Kekuasaan Kehakiman, No. 48 Tahun 2009, LN. No. 157 Tahun 2009, TLN No. 5076.
Republic of Philippines, The Revised Penal Code of Philippines, Act No. 3815.
Republic of Romania, Criminal Code of the Republic of Romania, Law 286 of 17 July 2009.
Russian Federation, The Criminal Code of the Russian Federation, No. 63-Fz of June 13, 1996
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Chan Syah Sahat kasih Simbolon, Roida Nababan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.